Berbicara mengenai peranan pembangunan dan masalah-masalahkesehatan yang mendasar
pada pola dan arah strategi pembangunan kesehatan,maka tidak terlepas dari masalah komunikasi, penyebaran informasi dan diterimaatau tidaknya suatu gagasan baru tersebut. Gagasan baru dapat tersebar
denganmelalui proses difusi inovasi. Dalam usaha membangun kesehatan
maka peranankomunikasi sangat penting.
Komponennya yaitu komunikator berperan sebagaigerakan aktivitas informasi, motivasi
dan edukasi masyarakat bisa memahamikesehatan. Bahwa kesehatan itu pada
dasarnya menyangkut semua kehidupan, baik kehidupan perseorangan, keluarga, kelompok manusia, masyarakat luasmaupun
bangsa. Dengan kata lain, ruang lingkup dan jangkauannya sangat luas.Upaya peningkatan kesehatan itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial budaya
termasuk ekonomi, lingkungan fisik dan biologik yang semuanya
bersifatdinamis dan kompleks serta tidak lepas dari pengaruh perkembangan duniainternasional. Jelaslah bahwa upaya peningkatan kesehatan cukup luas dankompleks masalahnya sehingga memerlukan usaha yang
intensip dan mantap(dalam menangani masalah-masalah kesehatan dan
pembangunan kesehatan).Berbagai faktor yang perlu
diperhatikan, antara lain faktor lingkunganyang selalu berubah dan berpengaruh pada pola atau arah strategi
pembangunankesehatan nasional. Masalah-masalah kesehatan semakin bertambah
kompleks diIndonesia, misalnya, banyak masalah-masalah dan pembangunan kesehatandipengaruhi oleh faktor lainnya, sehingga pola atau arah dan pembangunankesehatan nasional dipengaruhi pula. Dalam mengatasi masalah-masalahkesehatan yang semakin kompleks tersebut Departemen Kesehatan telahmembentuk suatu Sistem Kesehatan Nasional
(SKN) Adapun pemikiran dasar Sistem Kesehatan Nasional pada pokoknya meliputi antara lain, tercapainyakemampuan untuk hidup sehat
bagi setiap penduduk dan terwujudnya derajatkesehatan yang setinggi-tingginya, upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit yang dilakukan secara terpadu dan pemerintah
mengusahakan pelayanankesehatan yang merata
dan terjangkau oleh seluruh rakyat. Lebih terperinci lagi pembangunan kesehatan dirumuskan dalam RPJPK dan dijabarkan dalam
Seperti
diketahui bahwa masalah kesehatan sangat luas ruang lingkupnya dan sangat kompleks.
Masalahnya bukan hanya menyangkutkesehatan semata-mata tetapi faktor sosial budaya, ekonomi, pendidikan,
sikap dan kepercayaanturut berpengaruh didalamnya.
Mensosialisasikan budaya bersih terutama di kota-kota hauslah dijadikan program yang anggarannya
dialokasikan dalam APBD setiap kota. Sosialisasiitu sebaiknya melalui Tri Pusat Pendidikan, yaitu rumah tangga. sekolah
danmasyarakat. Di rumah tangga, kedua orang tua haruslah menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menjaga
kebersihan. Tempat sampah harus disediakan,termasuk di kamar tidur anak-anak. Semua sampah betapa pun kecilnya harusdibuang di tempat sampah tadi,
dan aturan ini berlaku bagi seluruh anggotakeluarga. Di luar
rumah tidak boleh ada sampah yang berserakan. Sampah-sampah harus dikumpulkan untuk diangkut petugas kebersihan. Ini mungkinmenjadi kendala bagi sebuah kota mengingat terbatasnya anggaran dan olehkarena itu hendaknya dibangun semacam proyek percontohan di
Di sekolah,
upaya di rumah tangga diteruskan dengan guru sebagai motivator.Harus diciptakan lingkungan yang bersih dan setiap pelanggaran harus diberisanksi, betapapun ringannya sanksi itu, misalnya simurid disuruh memungutkembali sampah yang dibuangnya dan memasukkannya ke dalam tempatsampah.Upaya menginternalisasikan budaya bersih melalui rumah tangga dan sekolahitu akan mantap bila didukung
oleh lingkungan masyaratat yang bersih. Bila tidak, simurid
akan melihat kesenjangan antara apa yang dibiasakannya dirumah dan di sekolah dengan realitas yang terjadi di masyarakat, dan ini
tidak
menguntungkan bagi pembentukan budaya lingkungan bersih itu.
Di sinilah para ulama/dai’ dapat memainkan peranannya. Sebagai tokoh yang palingsering bertatap muka dengan
masyarakat, mereka diharapkan dapat membantu pemerintah dalam membangun budaya tersebut.
Akan tetapi imbauan
sajakadang-kadang tidak efektif. Maka Peraturan Daerah tentang kebersihan perluditegakkan dengan memberi sanksi bagi sipelanggar. Budaya bersih di negara-negara maju itu tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi didukung oleh penegakan hukum (law
enforcement). Di London, sipembuang puntung rokok secara sembarangan dikenakan denda uang
Manusia selalu menginginkan hidup yang aman dan tentram dalam lingkungan .........Esap Msi..........